Aman Covid Di Dalam Lift

Pengetahuan Umum - 24/03/2021
Bagi orang-orang yang hidup di perkotaan besar, saat kembali beraktivitas di tengah pandemi Covid-19, maka akan sering bersinggungan dengan lift setiap harinya. Sayangnya, lift bisa menjadi hot spot penyebaran Covid-19. Penyebaran virus corona terjadi ketika orang yang terinfeksi mengeluarkan tetesan cairan (droplet) saat dirinya batuk, bersin, atau berbicara. Bisa menularkan secara langsung ke orang lain, atau meninggalkan droplet di permukaan benda sekitar. Virus ini juga dapat menyebar melalui partikel-partikel kecil yang disebut aerosol, dikeluarkan ketika orang bernapas, berbicara, atau bernyanyi.

Bagi orang-orang yang hidup di perkotaan besar, saat kembali beraktivitas di tengah pandemi Covid-19, maka akan sering bersinggungan dengan lift setiap harinya. Sayangnya, lift bisa menjadi hot spot penyebaran Covid-19. Penyebaran virus corona terjadi ketika orang yang terinfeksi mengeluarkan tetesan cairan (droplet) saat dirinya batuk, bersin, atau berbicara. Bisa menularkan secara langsung ke orang lain, atau meninggalkan droplet di permukaan benda sekitar. Virus ini juga dapat menyebar melalui partikel-partikel kecil yang disebut aerosol, dikeluarkan ketika orang bernapas, berbicara, atau bernyanyi.

Beberapa kasus ‘superspreading’ menunjukkan ruangan tertutup yang padat dengan ventilasi yang buruk membuat risiko besar untuk penularan penyakit. Superspreading merupakan kejadian saat satu orang menyebarkan virus ke banyak orang.

Panduan penggunaan lift untuk cegah penularan

Salah satu ruang tertutup adalah lift dan tempat ini tertutup kotak logam dengan tombol yang sering disentuh oleh banyak orang, membawa risiko yang sama untuk penyebaran.


Melansir Live Science, Selasa (30/6/2020), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat bahkan berencana untuk mengeluarkan panduan resmi tentang cara naik lift dengan aman di tengah pandemi Covid-19. Langkah-langkah yang direkomendasikan akan mencakup keharusan semua orang yang naik lift memakai masker, membatasi jumlah pengguna, menandai jalur di lantai untuk mengarahkan orang masuk dan keluar. Termasuk memasang tanda untuk mengingatkan orang bahwa jangan ngomong atau berbicara selama berada di lift, kecuali sangat terpaksa


“Mereka harus memberi tanda besar pada lift ‘Jangan Bicara’,” ujar Richard Corsi, dekan teknik dan ilmu komputer di Portland State University, yang juga seorang spesialis dalam kualitas udara dalam ruangan. Pada bulan April 2020, Corsi mengembangkan model komputer untuk mensimulasikan bagaimana orang yang terinfeksi dapat mengkontaminasi lift selama perjalanan naik turun dari 10 lantai. Dengan memperhitungkan kecepatan lift standar, sistem ventilasi, dan waktu penutupan pintu lift, pemodelan Corsi mensimulasikan berapa banyak virus yang akan dikeluarkan orang terinfeksi, saat maskernya terbuka kemudian batuk, atau saat berbicara di telepon selama perjalanan lift.


Hasilnya, sekali batuk orang tersebut dapat mengeluarkan ribuan hingga ratusan ribu partikel virus, yang sebagian jatuh ke bawah, menempel di sisi lift, dan melayang di udara. Sementara sambil berbicara di telepon akan mengeluarkan sekitar seperlimapuluh jumlah partikel virus per detik dibandingkan dengan batuk ringan. Meskipun jumlah ini bisa sangat bervariasi di kehidupan nyata. Setelah lift terkontaminasi, ketika orang yang terinfeksi keluar, dalam proses buka-tutup pintu lift maka udara dalam lift akan berputar dan bercampur dengan udara di luar, mengencerkan udara dalam lift. Pemodelan juga memperkirakan ketika pengguna lift kedua masuk, ia akan terpapar sekitar 25 persen dari partikel virus yang telah dikeluarkan oleh orang terinfeksi yang sebelumnya menggunakan lift.
Persentase ini akan bervariasi tergantung pada jenis lift dan tekanan udara di dalam bangunan.

Partikel virus yang dapat menginfeksi

Meski demikian, Corsi menekankan partikel virus yang tersisa bisa jadi tidak cukup banyak untuk benar-benar menginfeksi pengguna lift selanjutnya. Sebab, para ilmuwan belum menentukan berapa banyak partikel virus yang harus dihirup seseorang untuk bisa terinfeksi. Kemungkinan seseorang dapat tertular Covid-19 dari sisa virus yang mengambang di lift, tidak dapat dihitung secara tepat.


“Maksud utama pemodelan ini hanya untuk menunjukkan virus dapat bertahan di udara ketika dikeluarkan orang yang terinfeksi saat menggunakan lift. Tapi saya tidak tahu apakah dosis virus yang tertinggal dalam lift akan cukup tinggi untuk menimbulkan risiko (infeksi Covid-19) yang signifikan,” jelas Corsi. Rrisiko menggunakan lift setelah orang yang terinfeksi keluar memang masih belum jelas. Meski demikian, menggunakan lift bersamaan dengan orang yang terinfeksi jelas memiliki risiko penularan yang signifikan.


Umumnya standar lift berukuran 130×173 cm, menurut Stanley Elevator Company. Dimensi ini memang membuat kegiatan menjaga jarak menjadi sangat sulit, tapi usahakanlah untuk bisa berdiri sejauh mungkin satu sama lain. “Berdiri sejauh yang Anda bisa secara diagonal di dalam lift adalah hal baik (menghindari penularan Covid-19), dan jangan bicara,” katanya.


Sumber : Kompas.com
Penulis : Yohana Artha Uly
Editor : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

MANUAL TERKAIT

lihat lebih banyak
Image Cibeslift
  -  24/03/2021
Cara Memilih Lift Rumah yang Paling Tepat untuk Anda
Memilih lift rumah yang tepat adalah keputusan yang penting. Karena lift merupakan tambahan yang permanent pada rumah anda sehingga jika anda salah pilih maka akibatnya akan anda tanggung untuk waktu yang lama. Ada berbagai jenis aspek yang harus dipertimbangkan dalam memilih lift rumah yang tepat, mulai dari ukuran hingga style atau tampilannya. Yuk baca tips berikut sebelum memutuskan memilih lift untuk rumah atau villa anda!
Image Cibeslift
  -  24/03/2021
Platform Lift vs Elevator vs Stairlift : Apa Perbedaannya?
pakah anda membutuhkan bantuan untuk naik turun tangga? Mungkin karena keterbatasan usia ataupun alasan lainnya yang membuat urusan naik turun tangga cukup menyulitkan untuk anda. Banyak orang bingung dan sulit membedakan apalagi memilih solusi yang tepat untuk masalah tersebut. Baca lebih lanjut untuk mengetahui perbedaan antara platform lift vs elevator vs stairlift.
Image Cibeslift
  -  24/03/2021
Apa itu Lift Platform?
Anda baru saja membeli villa pribadi di suatu lokasi premium di pulau dewata, Bali. Villa mewah yang terletak di tanah berbukit-bukit dengan pemandangan ke arah laut lepas. Sungguh eksotis dan menyenangkan! But wait, ternyata kontur tanah berbukit dan luasnya area villa tersebut malah menyusahkan. Terlalu banyak tangga hanya untuk mengakses bagian lain dari villa, apalagi jika orang tua tercinta hendak ikut berlibur namun usia dan keadaan lutut tidak memungkinkan. Sepertinya memasang elevator di villa anda merupakan jawaban paling tepat untuk masalah ini. Tetapi villa sudah selesai dibangun, masakan harus dibongkar ulang hanya untuk mempersiapkan ruang untuk memasang lift? Too much effort, right? Tenang, anda masih bisa kok menginstall elevator atau lift rumah tanpa harus merenovasi villa baru kesayangan anda. Pilih saja jenis lift platform!
Image Cibeslift
  -  24/03/2021
5 Alasan Anda Perlu Lift di Rumah
Keberadaan lift rumah saat memang belum terlalu banyak. Namun, bila Anda berada di kota besar, sepertinya saat ini hal tersebut sudah cukup lumrah ditemukan. Ada banyak alasan mengapa lift ada di rumah. Itu karena keberadaan lift ini akan sangat membantu si pemilik dalam memindahkan sesuatu ke lantai atas atau bawah. Tapi, alasan sebenarnya apa?

KARYA TERKAIT

lihat lebih banyak
Cibeslift
Cibes A4000

Home Lift Modern di Vietnam

  • Memperbarui
  • Lain
  • Lampu lantai 
Cibeslift
Cibes A4000

Lift Rumah Child Friendly Terpasang di Vietnam

  • Memperbarui
  • Di antara tangga
  • Lampu lantai 
Cibeslift
Voyager Galaxy

Lift Cibes Voyager di Vietnam

  • Memperbarui
  • Di antara tangga
  • Lampu lantai 
Cibeslift
Cibes A4000

Lift Rumah Simple & Minimalis

  • Memperbarui
  • Di antara tangga
  • Lampu lantai